0 BARU !! GOOGLE CLOUD PLATFORM RILIS NETWORK SERVICE TIERS - Cukup Abadi

BARU !! GOOGLE CLOUD PLATFORM RILIS NETWORK SERVICE TIERS

Google Cloud Platform pada minggu lalu baru saja mengumumkan Network Service Tiers baru, yang menawarkan pelanggan cloud pilihan untuk memilih antara Standar Tier atau Premium Tier tergantung pada kebutuhan kinerja atau biaya.

Networdk Service Tiers, disebutkan bahwa saat ini telah tersedia di Alpha. Premium Tier dioptimalkan untuk kinerja dengan harga yang lebih mahal, dan Standard Tier menawarkan pilihan dengan biaya yang lebih murah.

Pelanggan bisa menikmati infrastruktur yang sama dengan Premium Tier. Namun untuk beberapa kasus, pelanggan mungkin ingin alternatif yang lebih murah dengan kinerja yang rendah. Dengan Network Service Tiers, pelanggan bisa memilih jaringan yang tepat untuk setiap aplikasinya.

Jaringan Premium Tier menghadirkan traffice melalui Google global network, yang menggunakan jaringan fiber privat milik Google sendiri yang memilliki lebih dari 100 point of presence (POP) di seluruh dunia. Di Premium Tier, inbound traffic dari pengguna akhir aplikasi di Google Cloud masuk melalui jaringan privat Google, kinerja jaringan yang tinggi dimungkinkan dengan memilih POP yang paling dengan dengan pengguna akhir.

Produk Google seperti Search, Gmail, dan YouTubem bersama beberapa layanan popular seperti Spotify, Evernote dan lainnya dihadirkan melalui jaringan Premium Tier.

Pada sisi lain, Standard Tier, menawarkan kualitas yang setara dengan penyedia cloud lainnya, namun lebih murah. Layanan ini bisa lebih murah, karena traffic dikirimkan keluar dari Google Cloud ke jaringan melalui jaringan internet over transit (ISP) daripada menggunakan jaringan Google seperti Premium Tier.

Secara keseluruhan, pelanggan tetap mendapatkan performa server yang baik, tetapi untuk performa jaringan akan mengalami penurunan. Hal ini tergantung pada provider transit yang mengirimkan traffic. Traffic mungkin akan mengalami kemacetan lebih sering dibandingkan dengan Premium Tier, namun performanya setara dengan layanan public cloud dari penyedia lainnya.

Jika dibandingkan Premium Tier menawarkan kinerja 1,7 kali lebih baik dibandingkan dengan Standard Tier. Sementara untuk biayanya, Standard Tier akan ditawarkan lebih murah sekitar 20% – 30% dari Premium Tier.

GOOGLE APP ENGINE KINI DUKUNG JAVA 8

Google baru saja menghadirkan dukungan Java 8 runtime untuk Google App Engine, salah satu layanan di Google Cloud Platform untuk mengembangkan aplikasi. Google mengatakan upgrade ini menghilangkan batasan kinerja pengembang Java yang harus dihadapi ketika menggunakan Java 7 runtime. Java 7 tetap didukung pada versi terbaru Google App Engine.

Dengan menggunakan Java 7 pada lingkungan standar Google App Engine juga membutuhkan kompromi, termasuk Java class yang terbatas, eksekusi thread yang tidak biasa dan kinerja yang lebih lambat karena overhead di sandboxing.

Keterbatasan ini sekarang telah dihilangkan saat pindah ke Java 8. Google App Engine sekarang menawarkan OpenJDK 8 JVM, web serber Jetty 9 dan servlet containet, gRPC framework, dan Google Cloud Client Library for Java. Lingkungan standar App Engine juga memungkinkan penggunaan framework off-the-shelf seperti Spring Boot dan bahasa alternatif JVM seperti Kotlin. Dukungan untuk Java 8 mengikuti penambahan untuk C#, Node.js, dan Ruby di App Engine yang telah dirilis pada bulan Maret 2017.

Java 8 telah tersedia di lingkungan standar Google App Engine mulai dari versi beta yang dirilis pada awal kuartal ini, Google menggunakan masa beta ini untuk meningkatkan kinerja secara keseluruhan. Dengan rilis umum, Java 8 kini sepenuhnya didukung oleh App Engine Service Level Agreement, yang memiliki klausal uptime hingga 99,95 persen. Untuk pindah ke Java 8, pengguna harus menambahkan bari java8 ke file appengine-web.xml mereka dan memindahkan aplikasi tersebut.

Java 8 SDK (Java Development Kit) telah dirilis sejak bulan Maret 2014. Oracle minggu lalu baru saja memperkenalkan Java 9 JDK, yang memperkenalkan modularitas dan sejumlah fitur lainnya. Google akan bekerja keras untuk membawa dukungan OpenJDK 9 ke Google App Engine.

Exit mobile version