Cara Membuat Database Menggunakan Power Designer

Power designer adalah tool pemodelan yang dikeluarakan oleh Sybase untuk membangun sebuah sistem informasi yang cepat, terstuktur, dan efektif. Berikut adalah cara atau tutorial membuat sebuah sistem informasi menggunakan Power Designer 16.5 yaitu, sebagai berikut :

1. Pertama, buka aplikasi power designer pada laptop/PC anda.

2. Lalu, kita dapat membuat workspace yang berguna untuk menyimpan semua data pada database.

3. Setelah selesai membuat workspace, selanjutnya kita membuat project. Caranya klik File > New Project.

4. Lalu, akan muncul window New Project. Disini kita dapat membuat nama database yang kita inginkan, setelah itu klik OK.

5. Setelah selesai membuat sebuah database, selanjutnya kita akan membuat CDM (Conceptual Data Model ). Caranya klik kanan pada project kita tadi, lalu pilih new > Conceptual Data Model.

6. Setelah klik Conceptual Data Model akan muncul window New Conceptual Data Model. Lalu, rename nama CDM yang akan dibuat dan klik OK.

7. Selanjutnya kita membuat entity atau tabel pada database. Pilih icon entity pada toolbar sebelah kanan.

8. Setelah selesai memasukan entity, selanjutnya kita dapan merename nama tabel dan membuat atribut pada tabel. Klik kanan > Atributtes.

9. Lalu akan muncul window Entity Properties. Pada tools General kita dapat merename nama tabel yang diinginkan, sedangkan untuk membuat kolom pada tabel kita dapat membuat pada tools Atributtes.

10. Pada saat mengisi atribut, semua atribut harus mempunyai type data masing-masing. Contohnya “Nama ” yang mempunyai type data variable character, disini kita juga dapat menentukan panjang type data yang sudah dipilih.

11. Jika sudah selesai membuat semua tabel yang dibutuhkan tampilan awal nya akan seperti ini.

12. Lalu, kita akan menghubungkan antara dua entity yang berbeda dengan menggunakan garis relationship yang berada di toolbar sebelah kanan. Untuk merename nama garis relationship klik kanan > Properties.

13. Selanjutnya akan muncul window Relationship Properties. Pada window tersebut kita dapat merename nama garis relationship pada tools General, sedangkan untuk menentukan Cardinalties (One – one, One – Many, Many- One, Many – Many) dapat diubah pada tools Cardinalties.

14. Untuk menambahkan sebuah entity diantara garis relationship dua entity. Caranya Klik kanan > Change to Entity.

15. Setelah selesai membuat garis relationship. Selanjutnya kita akan membuat domain yang berfungsi untuk mempermudah mengisi data type secara otomatis. Caranya klik Model > Domains.

16. Lalu, akan muncul window List of Domain. Pada window ini kita dapat membuat domain yang kita perlukan.

17. Cara membuat domain sama seperti saat kita mengisi atribut pada sebuah entity.

18. Untuk melihat apakah ada yang error/warning pada CDM kita, caranya klik Tools > Check Model atau cara cepat nya adalah tekan F4.

19. Setelah klik check model akan muncul window options lalu klik OK.

20. Jika terdapat warning seperti gambar dibawah, itu artinya data item kita bermasalah. Warning ini dapat diatasi dengan cara menghapus atribut yang bermasalah pada suatu entity, lalu membuat nya kembali dengan mengisi nama domains sesuai dengan nama atribut tersebut.

21. Sebelum kita memperbaiki data items yang bermasalah. Klik tools > Model Options.

22. Lalu akan muncul window Model Options. Un – centang “Unique Code” ,lalu ubahlah Notation menjadi “Entity/Relationship”.

23. Lalu kita dapat menghapus salah satu atribut yang bermasalah contohnya “nama”. Setelah dihapus kita buat lagi atribut yang sama. Lalu ubah domain sesuai dengan nama atribut tersebut.

24. Jika berhasil kita dapat melihat pada toolbar sebelah kiri, tepat nya pada Data Items dimana akan bertambah. Dan CDM (Conceptual Data Model) pun sudah jadi.

25. Untuk merubah CDM ke LDM caranya adalah klik tools > Generate Logocal Data Model.

26. Selanjutnya, akan muncul window LDM Generation Options. Disini kita dapat merename nama LDM atau menambahkan “.ldm” dan klik OK.

27. Setelah itu akan muncul tab baru pada power designer dimana terdapat diagram LDM (Logical Data Model ). Lalu, tekan F4 untuk melihat error / warning jika tidak ada itu artinya anda berhasil.

28. Selanjunya cara mengubah ke dalam bentuk PDM. Klik tools > Generate Physical Data Model.

29. Setelah itu akan muncul window PDM generation options. Di dalam window tersebut terdapat pilihan DBMS yang kita gunakan, contohnya SQL 5.0. Lalu merename nama PDM dengan menambahkan “.pdm”.

30. Setelah selesai membuat CDM, LDM, dan PDM. Selanjutnya kita dapat merubah database tersebut ke dalam bentuk “.sql” caranya adalah klik Database > Generate Database.

31. Muncul window Database Generation. Lalu, rename nama database dengan menambahkan “.sql” dibelakangnya.

32. Lalu, pada tools Options tepatnya pada “Create Primary Key” pilih Outside.

33. Klik Ok. Jika berhasil akan muncul window Generate Files.

34. Untuk mengecek kembali dapat dilihat pada table properties. Dengan klik kanan pada salah satu tabel PDM lalu pilih SQL Preview.

35. Untuk membuat Report database yang sudah kita buat caranya adalah klik Report > Generate Report.

36. Lalu, akan muncul window Generate Report. Pilih Generate RTF > OK.

Exit mobile version